Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915).
Para ulama membagi syahid dengan tiga macam:
- Pertama, syahid dunia & akhirat. Syahid dunia akhirat adalah orang yang meninggal di medan perang dan niatnya Ikhlas karena Allah
- Kedua, syahid di dunia, namun tidak syahid di akhirat. Meninggal di medan perang tapi niat karena riya’, ujub, atau kepentingan duniawi semata.
- Ketiga, syahid di akhirat, namun tidak syahid di dunia. Mereka adalah orang-orang yang disebutkan pada hadis di atas. Diantaranya adalah meninggal karena tenggelam
Jika korban tenggelam apakah dilakukan sholat ghaib?
Syeikhul Islam Ibn Taimiyah: “Orang yang hilang, ketika dia mati di sebuah daerah dan dia tidak dishalati, maka jenazah ini dishalati dengan shalat ghaib. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat ghaib untuk Raja Najasyi. Karena beliau meninggal di tengah orang kafir dan beliau belum dishalati.
Imam As-Syarwani menganjurkan untuk mengikuti pendapat mensholati ghaib, terutama pada kasus jenazah yang sangat sulit ditemukan. Tujuannya memberi doa dan syafaat kepada jenazah serta menjaga perasaan keluarga korban.
Posting Komentar untuk "3 Macam Syahid"